Saturday, September 15, 2007

Diabetes bagi ibu hamil

Gestational Diabetes
Pertanyaan Pengasuh yang terhormat, Saya sedang hamil lima bulan. Dari pemeriksaan laboratorium diketahui ternyata kadar gula saya di atas normal. Padahal selama ini saya tidak menderita diabetes, bahkan sebulan sebelum hamil saya sudah menjalani tes darah dan pada saat itu pun kadar gula darah saya dinyatakan normal. Dokter mengatakan saya menderita gestational diabetes (diabetes semasa hamil) namun tidak memberikan obat selain vitamin yang biasa diberikan, karena --menurut dokter-- penyakit ini dapat sembuh sendiri. Dokter hanya menyarankan agar saya mengurangi makan yang manis-manis dan mengontrol kadar gula darah ke laboratorium dua minggu sekali.
Saya mohon penjelasan dari pengasuh:
1. Apa yang dimaksud dengan gestational diabetes tersebut? Apakah sama dengan penyakit kencing manis?
2. Benarkah penyakit ini dapat sembuh sendiri?
3. Apa yang harus dilakukan atau dihindari untuk mempercepat kesembuhan?
4. Apa pengaruh penyakit ini terhadap bayi saya? Apakah penyakit ini akan mempersulit kelahiran bayi saya?
5. Apakah penyakit ini akan menurun pada bayi saya?
Demikian pertanyaan saya, mohon dapat segera dijawab. Terima kasih.
Ny Syaiful Amri, Surabaya

Jawab
Ibu Syaiful Amri yang baik,
Gestational diabetes adalah sejenis diabetes atau penyakit kencing manis yang timbul semasa hamil, mulai muncul sekitar bulan kelima atau keenam masa kehamilan. Sekitar 4-5 % wanita hamil diketahui menderita gestational diabetes dan umumnya dapat ditangani dengan baik. Oleh sebab itu Ibu tidak usah terlalu khawatir. Benar seperti informasi yang diberikan dokter, penyakit ini biasanya dapat menghilang alias sembuh sendiri beberapa bulan setelah melahirkan.

Namun demikian penanganan yang tepat terhadap penderita gestational diabetes sangat perlu dilakukan, sebab jika tidak penyakit ini dapat mempersulit kelahiran dan memberikan pengaruh yang tidak baik terhadap kesehatan Ibu maupun bayi yang dilahirkan. Sayang Ibu tidak menyebutkan berapa kadar gula darah Ibu. Namun dugaan saya mungkin tidak terlalu tinggi sehingga dokter tidak merasa perlu memberikan obat diabetes kepada Ibu. Apalagi, seorang Ibu hamil memang sebaiknya sangat dihindarkan dari penggunaan obat-obatan kecuali memang terpaksa.

Sebagaimana penyakit diabetes (lengkapnya: diabetes mellitus) atau lebih kita kenal dengan istilah penyakit kencing manis yang lain, gestational diabetes ditandai dengan kadar gula yang tinggi, baik dalam darah maupun urin (air seni) penderita. Hal ini disebabkan karena gula yang berasal dari makanan yang dimakan tidak dapat digunakan dengan baik oleh tubuh karena sulit masuk ke dalam sel. Untuk Ibu ketahui, agar dapat diolah dan dimanfaatkan oleh tubuh semua zat-zat gizi atau sari makanan harus masuk ke dalam sel, sebab pengolahan (metabolisme) zat-zat makanan berlangsung di dalam sel. Zat-zat ini diserap dari usus dan dibawa oleh darah ke dalam sel. Di dalam sel-sel tubuhlah berlangsung proses pengolahan zat-zat sari makanan, menjadi energi ataupun zat-zat lain yang diperlukan oleh tubuh.

Jika ada gangguan pengangkutan zat gula darah (disebut glukosa) ke dalam sel, maka glukosa ini akan tinggal di luar sel (di dalam darah). Inilah yang menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi. Pengangkutan glukosa ke dalam sel dibantu oleh sejenis hormon yang disebut insulin. Normalnya, tubuh dapat membuat insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Oleh sebab itu tidak perlu tambahan dari luar. Tetapi pada penderita diabetes dengan kondisi tertentu, diperlukan penambahan insulin (biasanya dalam bentuk suntikan), untuk membantu masuknya glukosa ke dalam sel dan mempertahankan kadar gula darah tetap normal.

Untuk mengontrol agar kadar gula darah tidak tinggi, maka Ibu harus membatasi makanan yang manis-manis. Tetapi harap Ibu ketahui, gula (glukosa) tidak hanya berasal dari makanan yang rasanya manis, tetapi semua makanan yang mengandung atau terbuat dari tepung, termasuk nasi, ketan, mi, bihun, singkong, ubi, kentang, roti, serta berbagai kue dan penganan yang terbuat dari terigu, di dalam tubuh akan diubah menjadi glukosa. Oleh sebab itu Ibu juga harus membatasi makan yang mengandung atau terbuat dari tepung. Sebaliknya, Ibu sebaiknya memperbanyak makan buah dan sayur untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral, baik bagi Ibu maupun bayi yang Ibu kandung.

Selain mengatur diet, salah satu cara yang sudah terbukti ampuh dalam penanganan diabetes adalah olahraga. Berolahraga secara teratur dapat menurunkan dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Mintalah nasihat pada dokter, olahraga apa yang baik Anda lakukan. Anda tidak perlu olahraga berat. Olahraga ringan asal dilakukan secara teratur akan sangat bagus pengaruhnya bagi kesehatan, misalnya jalan pagi atau senam ringan yang dilakukan rutin setiap hari. Kalau dapat, mintalah pada dokter olahraga dan dokter kandungan Anda, agar dibuatkan porsi olah raga yang cocok untuk Anda.

Ibu Syaiful Amri yang baik, gestational diabetes ini dapat mempengaruhi janin Anda, dapat pula tidak. Jika Anda menanganinya dengan baik, insya Allah pengaruhnya terhadap bayi akan minimal. Gestational diabetes tidak akan menurun dan menyebabkan bayi Anda kelak menderita diabetes. Jika Anda tidak dapat menjaga kadar gula darah Anda dengan baik, bayi yang Anda kandung justru berisiko akan menderita hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah), yang dampaknya buruk bagi kesehatan dan perkembangan tubuhnya. Ini disebabkan semasa dalam kandungan ia sudah terbiasa dengan kadar gula darah yang tinggi, sehingga tubuhnya beradaptasi dengan selalu membuat banyak insulin. Insulin yang banyak ini akan mendorong pengangkutan gula darah masuk ke dalam sel secara berlebihan. Akibatnya gula di dalam darah menjadi terlalu rendah. Ini yang disebut hipoglikemia.

Tingginya pengangkutan gula ke dalam sel-sel tubuh bayi dapat berakibat bayi memiliki tubuh yang besar dengan berat tubuh di atas rata-rata. Hal ini dapat mempersulit kelahiran, sekaligus meningkatkan risiko bagi Ibu dan bayinya. Oleh sebab itu sangat penting bagi Ibu untuk memeriksakan kadar gula darah ke laboratorium secara rutin dan menjaganya tetap dalam batas normal dengan diet dan olahraga. Jika dengan dua cara ini tidak berhasil, mungkin dokter akan memikirkan cara lain, misalnya dengan memberi obat. Walaupun gestational diabetes umumnya akan sembuh setelah melahirkan, namun ini berarti risiko Anda untuk menderita diabetes lebih tinggi dari wanita sehat lainnya. Oleh sebab itu sangat penting bagi Anda untuk tetap berolahraga secara teratur dan melakukan diet secara proporsional setelah melahirkan kelak. Demikian penjelasan yang dapat kami berikan, mudah-mudahan bermanfaat. Semoga Allah melindungi dan memberi kesehatan kepada Ibu dan bayi Ibu beserta seluruh keluarga. Salam.

(Dr Ernawati Sinaga MSApt.)
Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Farida Ningsih Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-73888872

No comments:

Post a Comment